Dalam trainingnya, ustadz Ramadhanus menyampaikan beberapa poin penting, di
antaranya kaidah membenci dan mencintai sesuatu dengan tidak berlebihan. Alumni
Fakultas Kedokteran Unsyiah ini juga memotivasi puluhan mahasiswa baru ini
untuk tidak pernah berhenti belajar. “Bosan belajar menandakan kita telah bosan
hidup,” paparnya.
Selain itu, pemateri juga menyampaikan tentang betapa banyaknya pahala
orang yang menyampaikan atau mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada orang
lain. Beliau mencontohkan
orang yang mengajarkan Alquran sebagai orang yang paling banyak mendapatkan
pahala. “Satu huruf Alquran akan diganjar dengan sepuluh kebaikan,” terangnya
mengutip sebuah hadits Rasulullah saw. “Sementara orang yang mengajarkan
kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala sama dengan orang yang diajarkannya
itu tanpa mengurangi nilai pahala si pelaku sedikitpun,” lanjutnya lagi. Ringkasnya,
di sinilah terjadi penggandaan pahala yang berlipat-lipat. Jika orang yang belajar
itu mengajarkan lagi kepada orang lain, maka kita tetap mendapat pahala dari
orang yang diajarkannya itu. Begitulah seterusnya.
Acara yang
dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini juga diisi oleh penampilan Nasyid oleh WendiSeptian (Tim Nasyid Unsyiah) dan Fathur Hadyan (alumni FOSI 2013). Setelah sesi
sharing khusus alumni FOSI dan penyampaian pesan-pesan dari ketua umum
LDF Almudarris, Irwansyah Putra, acarapun ditutup dengan pembagian pin dan
sertifikat FOSI. [ip]

0 komentar:
Post a Comment