Hujan (1)
Hujan
telah mengantarkanmu:
Segenggam
lengang,
disemaikannya
di jalanan
lewat
bulir-bulir sedang
Ia
juga telah mengantarkanku:
Nada-nada
tak beraturan,
dimainkannya
di atap kamar
Hujan
telah mengantarkan kita:
Sehelai
kedinginan
buat
bekal mengarungi malam
tapi,
biarkan
saja ia menebar lengang,
memainkan
simfoni syahdu alam,
ataupun
sekedar menitipkan
kedinginan
Biarkan!
Karena
mimpimu malam ini tak ada yang mengusiknya.
Kajhu, 31 Oktober 2011
Hujan (2)
Adalah kosakata yang paling kita
lafalkan
di tengah padang kepanasan
bilamana gembalaan kita telah ikut
mengeluh
melenguh
Adalah pinta yang dipanjatkan
ayah ibu kita
juga tanah-tanah sawah yang
menjerit: meretak
Adalah puisi yang terlupa
bilamana Tuhan mendendangkannya
Banda
Alam, 2 Juli 2012
0 komentar:
Post a Comment