Wednesday, 14 May 2014

Untuk Sahabat...



Duhai sahabat, dan sesiapa yang berulang tahun pada hari ini.
Di usia yang kian bertambah ini, mari menghisab diri karena memang begitulah orang-orang terdahulu melakukannya. “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab kelak di hari kemudian”.



Duhai sahabat,
Jika engkau berumur 23 tahun pada hari ini,itu artinya sudah 23 x 12 x 30 x 24 x 60 = 11.923.200 menit yang kaulalui. Mengapa dikonversi ke menit? Karena bisa jadi satu detik terlalu singkat untuk kita melakukan segalanya. Ada baiknya kita ingat kembali cerita tentang seorang anak yang bertanya kepada ayahnya.

“Ayah, apa mungkin kita bisa melewati satu tahun tanpa pernah melakukan dosa?”
Sang ayah yang tak menyangka akan menerima pertanyaan seperti itu dari seorang anak yang polos menjawab,”Sepertinya tidak mungkin, Nak.”
“Bagaimana kalau sebulan (tanpa dosa?)”, tanya si anak lagi.
Sang ayah tersenyum mendengarnya.lalu ia menjawab lagi,”Sepertinya sulit untuk kita melakukannya,Nak.”
Si anak yang belum puas bertanya lagi,”Bagaimana kalau sehari?”
“Masih terlalu berat untuk kita melakukannya,Nak,” jawab sang ayah. Namun ia masih belum bisa menerka-nerka tujuan anaknya bertanya seperti itu.
“Bagaimana kalau sejam saja?” anak yang kritis itu bertanya untuk ke sekian kalinya.
“Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya, Nak.”
“Bagaimana kalau satu menit saja?”
Si ayah berpikir sejenak, lalu menjawab,”Sepertinya itu mungkin untuk kita lakukan.”
Sang anak puas lalu berujar mantap, “Mulai sekarang, aku akan melakukannya untuk menit ini. Setelah itu, aku akan melakukannya lagi untuk menit selanjutnya. Setelah itu, menit selanjutnya. Dan seterusnya.”

Cerita singkat ini memberi pelajaran yang berarti bahwa sebenarnya kita bisa mengisi setiap hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Dan itu kita mulai dengan mengisi menit demi menit.

Sahabat…
Tapi sehebat apapun kita mengisi menit demi menit itu; sebesar apapun manfaat yang kita tebarkan, sebanyak apapun amalan yang kita kerjakan, sehebat apapun prestasi yang kita torehkan, semuanya tidak akan berguna apabila niat kita tidak tulus. Maka tak heran rasanya bila Imam An-Nawawi meletakkan hadits tentang niat di urutan pertama dalam syarah (penjelasan) Hadits Arba’in. Sebab itulah yang menjadi pembeda. Kita ingat potongan dari hadits itu, Sahabat:
dan setiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”

Maka Sahabatku, berniatlah karena Allah, berniatlah melakukan semuanya untuk tujuan jangka panjangmu: Surga. Sungguh merugi orang-orang yang meniatkan perbuatannya sebatas kehidupan duniawi saja. Sungguh merugi orang-orang yang shalat hanya karena ingin disebut orang alim sahaja. Sungguh merugi orang-orang yang bersedekah karena ingin mendapat balasan yang setimpal saja. Sungguh merugi mereka!

Sahabat, setelah engkau mengorientasikan seluruh amal karena Allah, maka tidak akan ada yang sia-sia. Karena Dia yang kau tuju itu telah menggaransi semuanya. Bahkan jika kau marahpun atas nama-Nya, insya Allah kau akan beroleh pahala dari-Nya.

Sahabat, di usia yang kian bertambah ini, kau juga harus paham bahwa itu mengisyaratkan tentang jatah hidupmu yang kian berkurang. Maka sudah sepatutnya engkau memikirkan tentang apa cita-cita yang ingin kauwujudkan? Apa usaha yang telah kaulakukan untuk menggapainya? Berapa persen? Apa tantangan dan bagaiman kamu menghadapinya jika kelak kamu gagal atau tak mampu? Apa manfaat dari cita-citamu itu untukmu sendiri, keluargamu, orang-orang tercinta di sampingmu, masyarakat, bangsa dan agamamu yang mulia itu?

Sahabat, jika aku menyampaikan ini padamu bukan berarti aku ingin mengguruimu. Tulisan ini hanyalah sekedar pengingat bagimu—dan juga bagiku—bahwa sebenarnya tujuan hidup kita masih jauh untuk dicapai, perjalanan kita masih panjang untuk dilalui, dan kita tidak tahu apakah waktu (umur yang tersisa) dan energi (kesehatan, semangat dan iman) yang kita bekali masih cukup.

Di akhir tulisan ini, mari kita renungkan puisi karya Kashif Majeed dan Ali Asad Hemani ini.

Lakukanlah yang Terbaik untuk Dunia

Manusia kadang berlaku tidak wajar, tak masuk akal dan egois
Namun cintailah mereka
Jika kau berbuat kebaikan,motif dan ambisimu akan dipertanyakan
Namun berbuatbaiklah
Jika kau sukses,maka teman palsu dan musuh sejati yang akan kau dapatkan
Namun kejarlah kesuksesan
Kebaikan yang kauperbuat hari ini mungkin akan dilupakan esok hari
Namun tetap lakukan kebaikan
Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok
Namun jujur dan berterusteranglah
Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses
Namun berjuanglah bagi mereka yang lemah
Apa yang kau bangun selama bertahun-tahun mungkin bisa hancur dalam sekejap
Namun berkaryalah
Manusia yang memang butuh pertolonganmu suatu saat mungkin akan menyerangmu
Namun tolonglah mereka
Lakukan yang terbaik untuk dunia!

Salam sahabat!

0 komentar:

Post a Comment