Duhai
sahabat, dan sesiapa yang berulang tahun pada hari ini.
Di usia
yang kian bertambah ini, mari menghisab diri karena memang begitulah orang-orang
terdahulu melakukannya. “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab kelak di
hari kemudian”.

Duhai sahabat,
Jika engkau
berumur 23 tahun pada hari ini,itu artinya sudah 23 x 12 x 30 x 24 x 60 =
11.923.200 menit yang kaulalui. Mengapa dikonversi ke menit? Karena bisa jadi satu
detik terlalu singkat untuk kita melakukan segalanya. Ada baiknya kita ingat
kembali cerita tentang seorang anak yang bertanya kepada ayahnya.
“Ayah,
apa mungkin kita bisa melewati satu tahun tanpa pernah melakukan dosa?”
Sang
ayah yang tak menyangka akan menerima pertanyaan seperti itu dari seorang anak
yang polos menjawab,”Sepertinya tidak mungkin, Nak.”
“Bagaimana
kalau sebulan (tanpa dosa?)”, tanya si anak lagi.
Sang ayah
tersenyum mendengarnya.lalu ia menjawab lagi,”Sepertinya sulit untuk kita
melakukannya,Nak.”
Si
anak yang belum puas bertanya lagi,”Bagaimana kalau sehari?”
“Masih
terlalu berat untuk kita melakukannya,Nak,” jawab sang ayah. Namun ia masih
belum bisa menerka-nerka tujuan anaknya bertanya seperti itu.
“Bagaimana
kalau sejam saja?” anak yang kritis itu bertanya untuk ke sekian kalinya.
“Hanya orang-orang tertentu yang
bisa melakukannya, Nak.”
“Bagaimana kalau satu menit saja?”
Si ayah berpikir sejenak, lalu
menjawab,”Sepertinya itu mungkin untuk kita lakukan.”
Sang anak puas lalu berujar mantap,
“Mulai sekarang, aku akan melakukannya untuk menit ini. Setelah itu, aku akan
melakukannya lagi untuk menit selanjutnya. Setelah itu, menit selanjutnya. Dan seterusnya.”
Cerita singkat ini memberi
pelajaran yang berarti bahwa sebenarnya kita bisa mengisi setiap hari dengan
hal-hal yang bermanfaat. Dan itu kita mulai dengan mengisi menit demi menit.
Sahabat…
Tapi sehebat apapun kita mengisi
menit demi menit itu; sebesar apapun manfaat yang kita tebarkan, sebanyak
apapun amalan yang kita kerjakan, sehebat apapun prestasi yang kita torehkan,
semuanya tidak akan berguna apabila niat kita tidak tulus. Maka tak heran
rasanya bila Imam An-Nawawi meletakkan hadits tentang niat di urutan pertama
dalam syarah (penjelasan) Hadits Arba’in. Sebab itulah
yang menjadi pembeda. Kita ingat potongan dari hadits itu, Sahabat:
“dan
setiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”
Maka Sahabatku,
berniatlah karena Allah, berniatlah melakukan semuanya untuk tujuan jangka
panjangmu: Surga. Sungguh merugi orang-orang yang meniatkan perbuatannya
sebatas kehidupan duniawi saja. Sungguh
merugi orang-orang yang shalat hanya karena ingin disebut orang alim sahaja. Sungguh
merugi orang-orang yang bersedekah karena ingin mendapat balasan yang setimpal
saja. Sungguh merugi mereka!
Sahabat, setelah engkau
mengorientasikan seluruh amal karena Allah, maka tidak akan ada yang sia-sia. Karena
Dia yang kau tuju itu telah menggaransi semuanya. Bahkan jika kau marahpun atas
nama-Nya, insya Allah kau akan beroleh pahala dari-Nya.
Sahabat, di usia yang kian
bertambah ini, kau juga harus paham bahwa itu mengisyaratkan tentang jatah
hidupmu yang kian berkurang. Maka sudah sepatutnya engkau memikirkan tentang apa
cita-cita yang ingin kauwujudkan? Apa usaha yang telah kaulakukan untuk
menggapainya? Berapa persen? Apa tantangan dan bagaiman kamu menghadapinya jika
kelak kamu gagal atau tak mampu? Apa manfaat dari cita-citamu itu untukmu
sendiri, keluargamu, orang-orang tercinta di sampingmu, masyarakat, bangsa dan
agamamu yang mulia itu?
Sahabat,
jika aku menyampaikan ini padamu bukan berarti aku ingin mengguruimu. Tulisan ini
hanyalah sekedar pengingat bagimu—dan juga bagiku—bahwa sebenarnya tujuan hidup
kita masih jauh untuk dicapai, perjalanan kita masih panjang untuk dilalui, dan
kita tidak tahu apakah waktu (umur yang tersisa) dan energi (kesehatan,
semangat dan iman) yang kita bekali masih cukup.
Di akhir
tulisan ini, mari kita renungkan puisi karya Kashif Majeed dan Ali Asad Hemani
ini.
Lakukanlah yang Terbaik untuk Dunia
Manusia
kadang berlaku tidak wajar, tak masuk akal dan egois
Namun cintailah
mereka
Jika kau
berbuat kebaikan,motif dan ambisimu akan dipertanyakan
Namun berbuatbaiklah
Jika kau
sukses,maka teman palsu dan musuh sejati yang akan kau dapatkan
Namun kejarlah
kesuksesan
Kebaikan
yang kauperbuat hari ini mungkin akan dilupakan esok hari
Namun tetap
lakukan kebaikan
Kejujuran
dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok
Namun jujur dan berterusteranglah
Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor
mereka yang sukses
Namun berjuanglah bagi mereka yang lemah
Apa yang kau bangun selama bertahun-tahun mungkin bisa
hancur dalam sekejap
Namun berkaryalah
Manusia
yang memang butuh pertolonganmu suatu saat mungkin akan menyerangmu
Namun tolonglah
mereka
Lakukan
yang terbaik untuk dunia!
Salam sahabat!
0 komentar:
Post a Comment