
Berjiwa besar itu adalah ketika mau disuruh
padahal diri mampu menyuruh.
Berjiwa besar itu adalah ketika mencampakkan
gengsi padahal diri sarat prestasi.
Berjiwa besar itu adalah ketika mau menjadi
pelayan padahal posisinya adalah tuan.
Berjiwa besar itu adalah ketika sedia
mengalah padahal kamusnya tak punya kata ‘menyerah’.
Berjiwa
besar itu adalah ketika sukarela mengorbankan hak demi kepentingan orang
banyak.
Maka
berjiwa besarlah! Dengan memiliki ‘jiwa besar’-lah, kita bisa merasakan betapa
kecilnya diri ini di hadapan Tuhan. Dengan kondisi ‘merasa kecil’ itu, kelak
kita akan menemukan potensi besar yang dititipkan Tuhan. Dengan menemukan ‘potensi besar’ itu, kita makin yakin akan betapa agungnya
kebesaran Tuhan. Dengan menyadari ‘kebesaran Tuhan’, kita akan kian dekat
dengan-Nya.
Maka berjiwa besarlah! Karena jiwa besar
mendekatkan kita kepada Tuhan.
Maka berjiwa besarlah! Karena ia sumber
kebahagiaan.
Maka
berjiwa besarlah! Karena ia membuat hidup tenang.
Maka
berjiwa besarlah! Karena ia hampir tak berjarak dari kesuksesan.
Yang jelas, ciri dan akibat dari jiwa besar
itu banyak. Hanya saja, orang yang berjiwa besar yang tidak banyak.
0 komentar:
Post a Comment