Wednesday, 25 December 2013

Pacar



oleh Abid elSouphy

Ya, cinta. Berbicara tentang pacar, hal pertama yang terpikirkan oleh Lem adalah cinta. Minggu lalu, temannya curhat kepada Lem tentang pacarnya, yang katanya, mulai berubah.
“Apa buktinya?” tanya Lem.
“Dulu, setiap kali saya telpon, selalu diangkat. Sekarang, jangankan telpon, SMS-kupun tak pernah dibalas lagi,” curhat temannya, sedih.
Ah... kau ini. Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan yang bukan-bukan,kalau belum ada bukti kuat. Mungkin dia lagi nggak ada pulsa,” Lem berusaha menghibur, meskipun dia paling tidak suka bicara masalah pacaran.
“Iya, Lem. Tapi aku betul-betul takut kehilangan dia.”
Bagian ini yang paling tidak disukai Lem jika berbicara tentang pacaran. Meminjam istilah temannya yang lain, ini namanya lebay alias berlebih-lebihan. Takut kehilangan? Emang dia anakmu? Gerutu Lem dalam hati.
Sejak itu, teman si Lem ini mulai berubah sikapnya. Kalau dulu suka mengajak mengajak Lem untuk berdebat mengenai situasi politik yang kian memanas, sekarang malah jadi pendiam. Selanjutnya, bisa ditebak. Nafsu makan berkurang, penampilan awut-awutan, mudah tersinggung, dan hilang rasa percaya diri. Wah, Masya Allah yaa (pinjam istilah artis yang lagi ngetrend itu), “efek samping” dari putus cinta (terakhir, Lem tahu temannya itu “diputusin” sama pacarnya).
Tiba-tiba, Lem ingat, besok kan ada kuis di kampus.
“Sob, belajar, yuk! Besok kan ada kuis?” ajak Lem.
“Kamu saja duluan. Aku lagi nggak mood nih,” temannya itu masih memasang tampang murungnya.
Lem bingung. Begitu dahsyatnya efek negatif dari pacaran, sampai-sampai belajar dinomorsekiankan. Padahal, susah payah merantau ke ibukota supaya mereka bisa kuliah. Eitts...tunggu dulu. Kalau ini efek negatif, terus efek positif dari pacaran itu sendiri apa? Lem ingat kata temannya yang lain lagi, pacaran itu bisa bikin hidup lebih berwarna. Emang iya? Ah, Lem makin bingung. Lagipula, kalau dibanding-bandingkan, punya pacar bikin hidup berwarna, diputusin pacar bikin hidup lebih merana. Lha, pilih mana? Jangan-jangan, orang-orang pacaran karena ikut trend (kan malu kalau tidak punya pacar?). Atau mungkin, maaf nih, ikut hawa nafsu?

Ah... emang gue pikirin (kalau yang ini, Lem pinjam istilah temannya yang lain lagi). “Yang pacaran kamu, yang ‘berwarna’ kamu, yang ‘merana’ kamu juga, dong! Jangan ajak-ajak Lem,” Lempun meneruskan belajarnya.

0 komentar:

Post a Comment