oleh Abid
elSouphy
Ya, cinta. Berbicara tentang pacar, hal
pertama yang terpikirkan oleh Lem adalah cinta. Minggu lalu, temannya curhat
kepada Lem tentang pacarnya, yang katanya, mulai berubah.
“Apa buktinya?” tanya Lem.
“Dulu, setiap kali saya telpon, selalu
diangkat. Sekarang,
jangankan telpon, SMS-kupun tak pernah dibalas lagi,” curhat temannya, sedih.
Ah... kau ini. Jangan terlalu cepat menarik
kesimpulan yang bukan-bukan,kalau belum ada bukti kuat. Mungkin dia lagi nggak ada pulsa,” Lem berusaha menghibur, meskipun dia paling tidak
suka bicara masalah pacaran.
“Iya, Lem. Tapi aku betul-betul
takut kehilangan dia.”
Bagian ini yang paling tidak disukai
Lem jika berbicara tentang pacaran. Meminjam istilah temannya yang lain, ini
namanya lebay alias berlebih-lebihan.
Takut kehilangan? Emang dia anakmu?
Gerutu Lem dalam hati.
Sejak itu, teman si Lem ini mulai
berubah sikapnya. Kalau dulu suka mengajak mengajak Lem untuk berdebat mengenai
situasi politik yang kian memanas, sekarang malah jadi pendiam. Selanjutnya,
bisa ditebak. Nafsu makan berkurang, penampilan awut-awutan, mudah tersinggung,
dan hilang rasa percaya diri. Wah, Masya
Allah yaa (pinjam istilah artis yang lagi ngetrend itu), “efek samping” dari putus cinta (terakhir, Lem tahu
temannya itu “diputusin” sama pacarnya).
Tiba-tiba, Lem ingat, besok kan ada kuis di kampus.
“Sob, belajar, yuk! Besok
kan ada kuis?” ajak Lem.
“Kamu saja duluan. Aku lagi nggak mood nih,” temannya itu masih
memasang tampang murungnya.
Lem bingung. Begitu dahsyatnya efek negatif
dari pacaran, sampai-sampai belajar dinomorsekiankan. Padahal, susah payah merantau ke
ibukota supaya mereka bisa kuliah. Eitts...tunggu dulu. Kalau ini efek negatif,
terus efek positif dari pacaran itu sendiri apa? Lem ingat kata temannya yang
lain lagi, pacaran itu bisa bikin hidup lebih berwarna. Emang iya? Ah, Lem
makin bingung. Lagipula, kalau dibanding-bandingkan, punya pacar bikin hidup
berwarna, diputusin pacar bikin hidup
lebih merana. Lha, pilih mana? Jangan-jangan, orang-orang pacaran karena ikut trend (kan malu kalau tidak punya pacar?). Atau mungkin, maaf nih, ikut
hawa nafsu?
Ah... emang gue pikirin (kalau yang ini, Lem pinjam istilah temannya yang
lain lagi). “Yang
pacaran kamu, yang ‘berwarna’ kamu, yang ‘merana’ kamu juga, dong! Jangan ajak-ajak Lem,” Lempun meneruskan belajarnya.
0 komentar:
Post a Comment