Wednesday, 25 December 2013

Mengeluh


 

oleh Abid elSouphy

            Akhir-akhir ini, semakin banyak saja kita temukan orang-orang yang mengeluh. Ketika internet lelet, maka mulutpun berkomentar: “Huh…lambat banget.”
            Ketika berhenti di lampu merah perempatan jalan, keluar reaksi lisan: “Alah…lama sekali!!!” Sering kita mendahului lampu hijau, padahal kita sedang tidak terburu-buru.
            Ketika pengisian KRS online bermasalah, maka muncullah status-status mengeluh di akun facebook masing-masing.
            Saudaraku, disadari atau tidak, ternyata sangat sering kita mengeluh. Dan jika boleh saya bertanya, apa manfaat dari mengeluh itu? Adakah koneksi internet segera cepat ketika kita mengeluh? Atau apakah lampu hijau langsung menyala ketika mulut kita merepet-repet? Ataupun status-status FB kita segera memperbaiki jaringan yang digunakan untuk pengisian KRS online?
Ternyata tidak, Kawan. Itu hanya akan menunjukkan kelabilan jiwa kita. Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan mungkin bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Dan berita buruknya adalah: jika Anda terbiasa mengeluh, maka ketahuilah bahwa apa yang Anda lakukan tidak akan mengubah apapun, dan malah menguras energi serta membuat Anda menjadi tidak berdaya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita sering mengeluh? Pastinya, kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Dan yang perlu kita ketahui adalah tidak semua kenyataan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Lalu, apakah kita harus mengeluh di setiap momen itu? Tentu tidak, Kawan.
Lalu, bagaimana cara terbaik mengatasi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita? Tepat sekali, bersyukur adalah cara terbaik. Percayalah bahwa di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Para ahli psikologi mengatakan "Sikap bersyukur adalah emosi yang tersehat". Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga berkata, "Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini". Yang menarik adalah Anda selalu dapat memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau bersyukur.

Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang Anda alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan. 

0 komentar:

Post a Comment