Gelap telah mengizinkan kita
meneguk secangkir gembira
bersahaja
tanpa beduk yang ditabuh semangat
atau anak-anak sepuluh tahunan
yang berlarian di setapak desa
menuju rumahnya
pertanda Maghrib telah tiba
Gelap, kini ia kian berkuasa
menimpa coretan-coretan jingga di angkasa
menghalau terang menjauhi kita
Gelap, ia kini merajai kita
dan alam mayapada
Kawan, dengarlah,
Menara-menara itu telah berkumandang lantang
memanggil-manggil kita
membasuhi muka,
juga tangan, kepala, telinga, dan kaki kita
Gelap,
kini ia telah menghantarkan kita
pada malam kedua.
- Darussalam, 21 Juli 2012
0 komentar:
Post a Comment