Wednesday, 25 December 2013

Malam Pertama




Gelap telah mengizinkan kita
meneguk secangkir gembira
bersahaja
tanpa beduk yang ditabuh semangat
atau anak-anak sepuluh tahunan
yang berlarian di setapak desa
menuju rumahnya
pertanda Maghrib telah tiba

Gelap, kini ia kian berkuasa
menimpa coretan-coretan jingga di angkasa
menghalau terang menjauhi kita

Gelap, ia kini merajai kita
dan alam mayapada
Kawan, dengarlah,
Menara-menara itu telah berkumandang lantang
memanggil-manggil kita
membasuhi muka,
juga tangan, kepala, telinga, dan kaki kita

Gelap,
kini ia telah menghantarkan kita
pada malam kedua.


  • Darussalam, 21 Juli 2012

0 komentar:

Post a Comment