Wednesday, 25 December 2013

Kebutuhan Primer vs Kebutuhan Tersier, Mana Lebih Penting?

Sejak SMP, kita sudah mengenal berbagai jenis kebutuhan manusia ditinjau dari prioritas pemenuhannya. Benar sekali, kita sedang bernostalgia ke masa-masa usia tiga belas tahun, saat kita sedang berpakaian putih biru, duduk manis di bangku kelas sembari menyimak penjelasan guru Ekonomi.
Jika kita ingat-ingat lagi, ada yang namanya kebutuhan primer. Ini adalah kebutuhan yang harus dan segera pemenuhannya. Artinya, jika tidak, bisa saja kita mati. Yang termasuk ke dalam kebutuhan ini biasanya kita ingat dalam kata-kata ‘sandang, pangan, dan papan’. Selanjutnya, ada kebutuhan sekunder yang baru kita penuhi setelah primer. Lalu, ada kebutuhan tersier (biasanya adalah barang-barang mewah) yang akan dipenuhi setelah kebutuhan sekunder.
Nah, kita tahu bahwa pakaian adalah kebutuhan primer. Gadget mewah adalah kebutuhan tersier (atau katakanlah itu kebutuhan sekunder, mengingat betapa pentingnya gadget untuk saat ini). Kebutuhan primer jelas harus lebih diutamakan ketimbang kebutuhan sekunder dan (apalagi) primer. Dengan kata lain, memakai pakaian dengan sempurna (baca: menutup aurat dengan kriterianya) harus lebih diutamakan daripada membeli barang-barang elektronik nan mewah.
Nah, ketika Anda belum memenuhi kebutuhan primer, namun terburu-buru mengejar kebutuhan sekunder dan tersier, secara TEORI EKONOMI, Anda salah.
Secara teori manusia saja, Anda salah. Apalagi secara hukum Tuhan.
ANDA SALAH BESAR!!!
So? Yuk, nutup aurat!!!

0 komentar:

Post a Comment