Salahkah
bila nanti ada yang tergores kecewa, menyisakan luka? Salahkah bila langkah
menapak terlalu jauh, sedangkan jejak telah dihapus waktu?
Sungguh,
jiwa ini begitu resah bila 'kan tiba masa menyapa sang pencinta dengan senyum
bahagia, tapi meninggalkannya bersama seribu satu lara.
Duhai
pemilik hati nan resah, akankah lelap hinggap di matamu, sementara malam kian
ujung? Adakah sepi tlah menjajah ruang kalbumu, merampas ekspresi riangmu?
Adakah cinta sebatas rasa yang bermetamorfosa menjadi nestapa?
Sungguh,
tak ada kata yang mengalir, karena mata kata --layaknya mata air-- telah keruh
dalam resah.
Andai saja air mata bisa menghapus segalanya, tentu ia
telah berlomba-lomba membasahi relung-relung jiwa. Andai sesal punya makna,
pasti hati telah merdeka.
Tapi kini? Jiwa tetap saja resah, hatipun kian gelisah.
- Banda Aceh, 20 November 2011
0 komentar:
Post a Comment