Wednesday, 25 December 2013

Status Facebook: Sarana Tebar Virus Positif

"Eh, bro. Statusmu bagus-bagus, tapi sayang, gak banyak yang like ya!"
"Ya, gak usah disayangkan. Memang saya buat status bukan untuk di-like banyak orang, kok."
"Lha, terus untuk apa?"
"Saya hanya mau mengintrospeksi, sejauh mana komitmen saya sudah terbentuk."
"Maksudnya?"
"Begini, Kawan. Sebenarnya, saya buat status itu untuk diri sendiri. Syukur kalau ada orang yang mau membaca, dan akhirnya ikut-ikutan memperbaiki diri."
"Oh, begitu..."
"Iya."
"Berarti, buat status itu untuk diri sendiri, ya?"
"Itu tergantung niat juga. Mau buat status untuk orang lain juga gak masalah. Hanya saja, kalau bisa, status kita itu jangan menambah masalah bagi yang membacanya."
"Kayak status galau gitu, ya?"
"Lebih tepatnya, status galau dan kawan-kawan, termasuk status umpatan, makian, dan status berkonten negatif lainnya. Bayangkan apa yang telah kita lakukan, dengan meng-update status galau, dan dibaca oleh orang yang sedang galau pula."
"Iya ya. Mulai sekarang, saya gak mau lagi update status galau. Masih mending copy paste status orang lain yang inspiratif ketimbang buat status sendiri yang kacau-galau-balau. Betul, kan?"
"Tepat sekali."
=========================================
Kecanggihan teknologi, selain memudahkan manusia, juga semakin menambah pintu-pintu dosa.
Mungkin kita tidak menyadari ada dosa-dosa yang mengalir ke catatan amal kita hanya gara-gara update status. Berhati-hatilah, Kawan! Jangan sampai di Hari Pembalasan nanti, kita yang terkenal rajin ibadah malah tidak mengecap manisnya surga hanya gara-gara status facebook.
...
Dan, status facebook Anda adalah representasi diri Anda.

0 komentar:

Post a Comment