Saturday, 10 January 2015

Fly Me To the Moon (2008)

DESKRIPSI UMUM:
Film animasi 3D bergenre Sci-Fi ini adalah hasil arahan sutradara Ben Stassen berdasarkan naskah karya Domonic Paris. Dengan durasi 85 menit, film ini mengambil setting tahun 1969 beberapa saat sebelum pesawat Apollo 11 lepas landas menuju bulan dan mencatatkan nama Neil Alden Armstrong dan Edwin Eugene 'Buzz' Aldrin, Jr. sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan.

SINOPSIS:
Film yang dirilis pada 30 Januari 2008 ini menceritakan tentang seekor lalat, Nat dan 2 orang temannya IQ dan Scooter yang tinggal di dekat Cape Canaveral, Florida.  Cape Canaveral adalah lokasi di mana Apollo 11 akan berangkat menuju bulan dalam rangka eksplorasi di sana. Nat yang terobsesi dari cerita sang kakek petualang, Amos, merasa bahwa ia harus mencatatkan namanya dalam sejarah kemudian mengajak IQ dan Scooter untuk ikut masuk ke dalam Apollo 11 saat diberangkatkan nanti.

Walaupun ragu-ragu, IQ dan Scooter akhirnya setuju untuk ikut misi gila ini. Dengan menggunakan pakaian ruang angkasa buatan mereka sendiri, ketiga lalat ini kemudian menyusup masuk ke dalam Apollo 11 dan berangkat ke bulan. Keluarga ketiga lalat ini tak menyadari sampai akhirnya mereka melihat Nat, IQ dan Scooter di layar televisi saat pesawat Apollo 11 dalam perjalanan menuju bulan.

Hebatnya, ketiga lalat cilik itu berhasil memperbaiki mesin pesawat tanpa sepengetahuan tiga manusia di dalamnya sehingga sukses mendarat di bulan. Nat juga berhasil menyusup ke pakaian Neil Armstrong dan mendengarkan langsung ungkapan terkenalnya ketika melangkahkan kaki pertama kali di bulan: That’s one small step for a man, one giant leap for mankind.
Film ini juga bercerita tentang persaingan lalat Amerika dan Rusia. Jenderal Poopchev dari Rusia hampir saja menggagalkan pendaratan Apollo 11 andai saja sekretarisnya, Nadia, yang merupakan pacar Amos, si kakek petualang, tidak segera melaporkan rencana itu ke Amerika.
Di bagian akhir film ini, Edwin Eugene 'Buzz' Aldrin, Jr., salah satu astronot, mengklarifikasi bahwa film ini murni sebuah fiksi. Sebab tidak mungkin sebuah penerbangan sepenting itu terkontaminasi oleh seekor lalat.

PELAJARAN:
Ada banyak pelajaran yang saya petik dari film ini. beberapa di antaranya adalah:

#1: Jangan banyak makan. Di awal film, Scooter, si lalat gemuk teman Nat dan IQ, diingatkan untuk tidak makan terlalu banyak sebab akan memicu masalah pernapasan. Bukankah Islam juga memerintahkan hal yang sama? “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.“ (QS. al-A’raaf [7]: 31). Berlebihan di sini dimaksudkan dari jenis dan jumlah makanannya.

#2: Selalu ada orang-orang yang menertawai dan meng-inferior-kan mimpi kita. Yang harus kita lakukan hanyalah memastikan itu semua tidak akan melemahkan semangat kita. Butch dan Ray, dua lalat yang lebih tua dari tiga sekawan, mengejek ketiganya dengan memberitahu cara berpetualang tidaklah dengan sekedar di belakang rumah. Tapi tiga sekawan itu tidak patah arang. Mereka selanjutnya mencengangkan dengan menjadi lalat pertama yang berpetualang hingga ke bulan!

#3: Anything is possible. Bahkan lalatpun bisa terbang ke bulan, andai ia bercita-cita dan berusaha keras mewujudkannya. Senada dengan ayat Allah: Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka jadilah ia.”( QS. Yasin [36]:82)

#4: Selalu ada pengorbanan untuk melakukan hal-hal besar. Dalam cerita petualangannya, Amos menceritakan bagaimana ia terpaksa masuk ke dalam lubang hidung sang pilot, Amelia Earhart, demi membangunkannya yang tertidur untuk selanjutnya mengendalikan pesawat yang hampir terjun bebas ke laut.

1 comment: