Saturday, 29 November 2014

Cerita Sepasang Sandal Pak Tua



Ketika sudah tak bisa dipertahankan, mengapa tidak dilepaskan saja?

Ada sebuah kisah menarik. Seorang lelaki tua terburu-buru memasuki sebuah kereta yang hampir berangkat. Begitu Pak Tua masuk, pintu kereta segera ditutup. Sayang, di pintu kereta Pak Tua tersandung hingga sandal sebelah kirinya terlepas. Kejadiannya terjadi begitu cepat di siang itu. Pintu kereta segera ditutup dan keretapun bergerak perlahan. Tinggallah Pak Tua di dekat pintu dengan sandalnya yang tinggal sebelah. Bak sebuah drama, cerita ini terus berlanjut menuju klimaksnya. Semua mata menatap ke arah Pak Tua. Ada berbagai penilaian saat itu. Tapi kebanyakan penumpang merasa kasihan.

Pak Tua yang sekarang menjadi pusat perhatian bergerak pelan ke jendela. Ia mengambil sandalnya yang tinggal sebelah dan melemparnya ke luar. Penumpang tentu saja terkaget-kaget. Salah seorang di antara mereka segera bertanya, ”Kenapa Anda malah melempar sandal yang sebelah lagi?”

Dengan santainya, Pak Tua menjawab, “Kenapa saya harus mempertahankan apa yang sudah tidak mungkin dipertahankan lagi? Bukankah dengan melepaskannya, sandal itu akan bisa digunakan oleh orang lain?”

Jawaban Pak Tua di siang itu menyadarkan semua penumpang bahwa keputusan yang diambilnya sangat bijak.

0 komentar:

Post a Comment