Monday, 22 September 2014

Untuk Siapa Kita Lakukan Semua Ini?



Sebenarnya, semua amal yang telah, sedang dan akan kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri. Tak peduli itu baik atau buruk, semuanya akan berpulang kepada kita. Mengapa demikian? Jawabannya, sunnatullah.

Sunnatullah juga bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan keburukan pula. Maka dari itu, berbuat baiklah. Bukan saja karena kebaikan bermanfaat buat orang lain, tetapi juga karena kebaikan balasan yang akan kita dapatkan.

Senyum, kebaikan paling mudah untuk dilakukan

Kita tersenyum bukan karena ingin terlihat manis di depan orang-orang tetapi lebih karena keyakinan kita bahwa dengan tersenyum sebenarnya kita sedang menebarkan energi positif kepada lingkungan sekitar. Harapannya, orang-orang di sekeliling kita akan menularkan lebih banyak lagi energi positif mereka kepada kita.

Kita bersedekah bukan karena ingin dipuji dan dianggap sebagai orang dermawan tetapi lebih pada keyakinan kita bahwa setiap tangan yang kita ulurkan saat ini akan berbalas dengan tangan-tangan (pertolongan) lainnya suatu saat kelak kepada kita.

Kita mengajari siapapun yang membutuhkan bukan karena ingin dilabeli pintar tetapi lebih pada keyakinan kita bahwa kita justru belajar dan menemukan banyak hal ketika sedang mengajari orang lain. Artinya, kita tidak saja sedang mentransfer ilmu tapi juga sedang menerima ilmu.

Lebih dari itu semua, kita berharap setiap amal kebaikan yang kita lakukan dicatat Allah swt sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada kita selama kebaikan itu dimanfaatkan oleh orang lain.

Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment