Sebenarnya, semua amal
yang telah, sedang dan akan kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri. Tak peduli
itu baik atau buruk, semuanya akan berpulang kepada kita. Mengapa demikian? Jawabannya,
sunnatullah.
Sunnatullah juga bahwa
setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan
keburukan pula. Maka dari itu, berbuat baiklah. Bukan saja karena kebaikan
bermanfaat buat orang lain, tetapi juga karena kebaikan balasan yang akan kita
dapatkan.
![]() |
| Senyum, kebaikan paling mudah untuk dilakukan |
Kita tersenyum bukan karena
ingin terlihat manis di depan orang-orang tetapi lebih karena keyakinan kita
bahwa dengan tersenyum sebenarnya kita sedang menebarkan energi positif kepada
lingkungan sekitar. Harapannya, orang-orang di sekeliling kita akan menularkan
lebih banyak lagi energi positif mereka kepada kita.
Kita bersedekah bukan
karena ingin dipuji dan dianggap sebagai orang dermawan tetapi lebih pada
keyakinan kita bahwa setiap tangan yang kita ulurkan saat ini akan berbalas
dengan tangan-tangan (pertolongan) lainnya suatu saat kelak kepada kita.
Kita mengajari siapapun
yang membutuhkan bukan karena ingin dilabeli pintar tetapi lebih pada keyakinan
kita bahwa kita justru belajar dan menemukan banyak hal ketika sedang mengajari
orang lain. Artinya, kita tidak saja sedang mentransfer ilmu tapi juga sedang
menerima ilmu.
Lebih dari itu semua,
kita berharap setiap amal kebaikan yang kita lakukan dicatat Allah swt sebagai
amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada kita selama kebaikan itu
dimanfaatkan oleh orang lain.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:
Post a Comment