Sunday, 21 September 2014

Pada Siapa Kita Belajar?

Pada siapa kita belajar ketekunan?
Belajarlah pada penambang emas. Lihatlah, dengan tekun ia menimba berliter-liter tanah keruh di sungai. Tanah itu lalu disaringnya hingga lumpur terpisah dari pasir. Pasir itu lalu disisir lagi dari logam. Hingga pada waktunya, butiran emas tampak berkilauan.
Begitu pula dengan pembelajar. Ia timba berjuta-juta kegagalan. Ia pelajari penyebabnya. Ia perbaiki kesalahannya. Terus-menerus hingga ia menemukan pelajaran berharga—mungkin lebih berharga dari butiran emas—di dalamnya.

Belajar pada kerang mutiara

Pada siapa kita belajar ketegaran?
Belajarlah pada kerang. Lihatlah, perih ia menahan pasir yang ada di dalam cangkang. Namun dengan segenap ketegaran, ia memilih bertahan. Hingga pada waktunya, butiran pasir berubah menjadi mutiara nan mahal.
Begitu pula dengan pembelajar. Ia tahan semua ejekan dan cemoohan yang menjatuhkan. Pembelajar adalah mereka yang tegar lalu bertahan. Hingga pada waktunya, ejekan itu berubah menjadi pujian penghormatan.

Pada siapa kita belajar kesabaran?
Belajarlah pada kepompong. Ia sabar menanti detik demi detik dalam kurungan. Ia tahu butuh waktu untuk mencapai keindahan. Memaksakan diri takkan memperbagus keadaan. Hingga pada waktunya, ia berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah.

Begitu pula dengan pembelajar. Ia tak memaksa Tuhan mempercepat keberhasilan. Sebab ia tahu sukses yang baik akan indah bila dinikmati setelah lelah berjuang.

0 komentar:

Post a Comment