Tuesday, 12 August 2014

Gaza

Entah siapa lagi yang diam
sebab kerikilpun telah memartir
pada deruderap mereka
pada debu asap kita

Siapa lagi yang bungkam
karena tanahpun ikut menangis
menyerap wangi darah kita
menabung miliaran semerbak surga

Siapakah lagi?
Mungkinkah malam-malam suram,
yang menggantung bulan-bulan muram di atas kita?
Ataukah fajar-fajar prematur
karena moncong-moncong laknat itu
telah membangunkan mentari di subuh buta?

Di tanah ini,
kita adalah kumandang-kumandang takbir,
berambisikan semangat mengekal tumpah darah
kita adalah ketapel-ketapel kecil
beramunisikan semangat menuju simbah darah

Maju,
tanpa ragu
menuju lingkar syahid
dan bila kita mati nanti
dunia telah tahu:
“semangatmu tak berpusara.”


Darussalam, 18 November 2012

0 komentar:

Post a Comment