Sungguh, ayat-ayat-Nya begitu indah. Allah mengajarkan kita segalanya dalam satu kitab saja. Hanya tinggal kita saja, apakah mau mengambil pelajaran atau tidak.
Ketika membaca surah Al-Qamar, saya seperti diajak mengarungi waktu, kembali ke saat di mana pemuka Quraisy berkumpul dengan congkak menantang Muhammad saw., makhluk paling mulia itu. Abu Jahal, paman Nabi namun bebal, terkekeh-kekeh beberapa kali. Senyumnya sinis. "Mana mungkin Muhammad akan membelah bulan?" begitu kira-kira yang ada di pikirannya. Namun Allah untuk ke sekian kalinya menunjukkan tanda-tanda kemahakuasaan-Nya. Tapi hati bebal memang tidak mempan. Sebab ia telah lebih keras dari batu!

MENAPAK
BULAN
(sehabis membaca Al-Qamar)
Tak
usah kautanya mu’jizat pada hati-hati bebal
Mereka
telah lupa bagaimana kagum dan melafaz hebat
Biar!
Sebab
yang dijanji kian tak jarak
Tapi
sejarah acap bersaksi
Angkuh
tak punya daya selamat
Lihat!
Tuhanmu
jauh kuasa dari ‘Ad dan Tsamud
Kaum
Nuh dan Kaum Luth
Juga
Fir’aun yang tak mau turut
Tanyakanlah
sejarah,
adakah
bebalnya kaum Nuh menolong mereka
dari
bah yang menenggelamkan?
adakah
angkuhnya ‘Ad menghindarkan mereka
dari
angin yang menggelimpangkan ?
adakah
durhakanya Tsamud menyelamatkan mereka
dari
guntur yang memekakkan?
adakah
kejinya kaum Luth melepaskan mereka
dari
bebatuan mematikan?
“Maka
betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku.
Sungguh
telah Kami mudahkan Alquran,
lalu
adakah yang mengambil pelajaran?”
0 komentar:
Post a Comment