Saturday, 28 June 2014

MENAPAK BULAN

Sungguh, ayat-ayat-Nya begitu indah. Allah mengajarkan kita segalanya dalam satu kitab saja. Hanya tinggal kita saja, apakah mau mengambil pelajaran atau tidak.

Ketika membaca surah Al-Qamar, saya seperti diajak mengarungi waktu, kembali ke saat di mana pemuka Quraisy berkumpul dengan congkak menantang Muhammad saw., makhluk paling mulia itu. Abu Jahal, paman Nabi namun bebal, terkekeh-kekeh beberapa kali. Senyumnya sinis. "Mana mungkin Muhammad akan membelah bulan?" begitu kira-kira yang ada di pikirannya. Namun Allah untuk ke sekian kalinya menunjukkan tanda-tanda kemahakuasaan-Nya. Tapi hati bebal memang tidak mempan. Sebab ia telah lebih keras dari batu!


MENAPAK BULAN
(sehabis membaca Al-Qamar)

Tak usah kautanya mu’jizat pada hati-hati bebal
Mereka telah lupa bagaimana kagum dan melafaz hebat
Biar!
Sebab yang dijanji kian tak jarak

Tapi sejarah acap bersaksi
Angkuh tak punya daya selamat
Lihat!
Tuhanmu jauh kuasa dari ‘Ad dan Tsamud
Kaum Nuh dan Kaum Luth
Juga Fir’aun yang tak mau turut

Tanyakanlah sejarah,
adakah bebalnya kaum Nuh menolong mereka
dari bah yang menenggelamkan?
adakah angkuhnya ‘Ad menghindarkan mereka
dari angin yang menggelimpangkan ?
adakah durhakanya Tsamud menyelamatkan mereka
dari guntur yang memekakkan?
adakah kejinya kaum Luth melepaskan mereka
dari bebatuan mematikan?
“Maka betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku.
Sungguh telah Kami mudahkan Alquran,

lalu adakah yang mengambil pelajaran?”

0 komentar:

Post a Comment