Friday, 24 January 2014

Keajaiban Cinta



Cinta memang aneh. Mungkin lebih tepatnya: ajaib. Ia mengajak kita menyulap semuanya menjadi indah mempesona. Ajaibnya lagi, kita tak pernah terpaksa melakukannya. Makanya tak heran bila orang yang amat mencintai Rabbnya senantiasa tenteram jiwanya, lapang dadanya dan tenang hidupnya. Ujian dan musibah senantiasa adalah alasan untuk bahagia: Rabbku telah menyediakan cerah di balik badai yang maha.

Cinta memang ajaib. Kehadirannya lebih sering menakjubkan, membahana! Bahkan di titik itu, nalar logika seringkali raib dayanya. Keterbatasan malah melecut semangat kian membara. Maka tak perlu takjub jika seorang tua-buta menggunakan temali demi mencapai mesjid, memenuhi panggilan adzan: panggilan cinta.

Cinta memang ajaib. Ia mengajarkan kita untuk tetap mengibarkan asa, menepis segala rasa “tak percaya”. Sehebat apapun tantangan, sungguh Rabb Maha Kuasa. Maka betapa sejarah telah merekam kisah perjuangan nan indah bertaburkan cinta: perang Badar, penaklukan Konstantinopel hingga jihad mengusir Belanda.


Sekali lagi, cinta memang ajaib. Di hadapannya, nafsu bertekuk lutut, jurus pamungkasnya sungguh bukan apa-apa. Setan penggoda lumpuh, kehabisan kata-kata. Maka berbahagialah pencinta sejati. Dinginnya sepertiga malam mungkin akan membekukan urat-urat, memaksanya untuk tidak beranjak dari mimpi; tapi pencinta memang telah memilih cinta, larut dalam sujud harap-takut berurai air mata.

0 komentar:

Post a Comment