Pertanyaan
ini perlu kita munculkan kembali dalam benak masing-masing. Tidak peduli apakah
kita sudah memasuki semester akhir atau bahkan baru saja mengikuti Ospek di
kampus. Karena sejatinya, jawabannya akan menjadi penguat bagi diri kita.
Ibarat sebuah tembok, apalah arti susunan batu-bata tanpa semen yang
mengokohkannya. Ketahuilah, tembok itu bernama diri kita dan batu-bata adalah
apa yang sedang kita susun untuk membentuk pribadi yang dicita-citakan. Sementara semen adalah alasan yang membuat batu-bata itu tetap kokoh.
Sekarang,
mari kita jawab pertanyaan itu dari lubuk hati terdalam. Pasti setiap kita
memiliki tujuan yang berbeda-beda. Kita tidak dapat menyangkal itu. Mungkin ada yang bertujuan agar mudah diterima kerja di zaman yang kian kompetitif
ini. Mungkin juga ada yang ingin mewujudkan mimpi orang tua. Ada pula yang
merasa ini semacam ‘panggilan jiwa’ yang haus akan ilmu pengetahuan. Apapun
itu, saya yakin betul setiap kita punya tujuan baik melakukan pekerjaan mulia
yang bernama menuntut ilmu ini. Tujuan itu secara garis besar adalah demi
mencapai masa depan yang lebih gemilang.
Lalu, mari kita beranjak ke pertanyaan selanjutnya. Kali ini
agak lebih mendetail. Apa tujuan utama saya kuliah? Masihkah kita
menjawab dengan jawaban yang sama? Jika iya, mari kita renungi.
Kalau hanya sekedar untuk memudahkan kita diterima di sebuah perusahaan
nantinya, mengapa kita tidak merintis saja sebuah usaha dari sekarang? Bukankah
telah banyak orang-orang sebelum kita yang hanya lulus SMA lalu menjadi
miliarder ternama di dunia? Lalu apalah artinya sebuah titel sarjana?
Kalau hanya ingin mewujudkan mimpi orang tua, sudahkah keinginan mereka itu
sejalan dengan mimpi dan bakat yang kita miliki? Seberapa besar motivasi yang
tumbuh dalam diri kita? Seberapa besar pula rasa takut gagal yang menghantui
kita?
Kalau hanya ingin melepaskan dahaga jiwa, seberapa jauh batasan dahaga itu?
Lalu seberapa lama kita ingin menyelam sementara kita tahu samudera ilmu itu
tidak ada batasnya?
Di titik ini, kita perlu merenungi kembali esensi ini. Tanyakan kembali ke
dalam jiwa kita: apa tujuan utama saya kuliah? Carilah jawaban di sana, di
nurani yang paling bening. Tak lama, kita akan menemukan satu jawaban penting,
bahwa:
Yang
terpenting dari kuliah itu adalah kita semakin sadar akan betapa luasnya ilmu
Allah, betapa agungnya Ia, dan betapa lemah dan kecilnya kita manusia. Akibatnya, orang yang bertambah ilmunya, maka akan bertambah pula imannya.
Lalu memuji dan bertahmidlah ia di setiap kesempatan yang ada.
Inilah tujuan kuliah yang sebenarnya. Tujuan yang sering terlupa. Lalu
karena kealpaan itu, langkah-langkah kita sering menyeleweng dari arah yang
sebenarnya.
Saudaraku, sekarang belum terlambat. Selalu saja ada kata ‘memperbaiki’
sebelum semuanya belum berakhir. Mari kita luruskan niat kembali sembari
meluruskan langkah-langkah kita.
0 komentar:
Post a Comment