Cinta memang luar biasa. Ia bahkan sering mengalahkan logika, lalu tak
jarang pula mengorbankan nyawa. Lihatlah kisah Antony dan Cleopatra yang
mendunia. Atau pula cerita Romeo dan Juliet dari negeri Pisa.
Karena keanehan yang seringkali mengacaukan akal sehat itu, tak sedikit
pula yang tidak menyenangi kehadiran cinta. Padahal tanpanya, sudah jelas
peradaban ini akan punah tak berbekas. Padahal tanpanya, bisa jadi segala
sesuatu takkan pernah ada.
Saudaraku yang tengah dilanda cinta…
Berbesar hatilah, karena Tuhan telah menganugerahi energi besar ke dalam
dirimu.
Besar sekali! Sebegitu besarnya sehingga peradaban dunia ini terukir dengan
alasan yang sama: cinta. Sebegitu megahnya sampai-sampai banyak orang yang
memuja dan memuji cinta. Sebegitu kuatnya energi cinta sehingga banyak orang
yang tidak berhasil mengendalikannya.
Bersyukurlah atas semua, karena bisa jadi orang-orang di sekitar kita
justru tidak memilikinya lagi.
Saudaraku…
Kekuatan energi cinta itulah yang harus engkau kendalikan. Tempatkan dia
pada posisi dan porsi yang sesuai. Posisikan cintamu terhadap Sang Pencipta di
urutan pertama. Karena sungguh tidak ada yang lebih mencintai dirimu selainNya.
Selebihnya, engkau hanya perlu me-manage: menjaga agar tidak mencintai dunia
dan segala kefanaan ini secara berlebihan.
Jika engkau jatuh cinta pada harta, maka pergunakanlah harta itu sesuai
dengan kebutuhan –bukan keinginan—mu. Jika engkau jatuh cinta pada seseorang,
maka pantaskan dirimu untuk menjadi seseorang yang berarti baginya dengan
cara-cara yang baik dan benar.
Apapun itu, kita harus benar-benar menjaga agar cinta Tuhan tidak sirna. Karena
ketika ia sirna, bisa jadi limpahan nikmat itu berubah menjadi luapan murka. Dan
kita sungguh tidak menginginkannya, bukan?
-Salam-
Tetap
Semangat Menuju Kemuliaan
0 komentar:
Post a Comment