Wednesday, 25 December 2013

Me-manage Cinta

Cinta memang luar biasa. Ia bahkan sering mengalahkan logika, lalu tak jarang pula mengorbankan nyawa. Lihatlah kisah Antony dan Cleopatra yang mendunia. Atau pula cerita Romeo dan Juliet dari negeri Pisa.
Karena keanehan yang seringkali mengacaukan akal sehat itu, tak sedikit pula yang tidak menyenangi kehadiran cinta. Padahal tanpanya, sudah jelas peradaban ini akan punah tak berbekas. Padahal tanpanya, bisa jadi segala sesuatu takkan pernah ada.

Saudaraku yang tengah dilanda cinta…
Berbesar hatilah, karena Tuhan telah menganugerahi energi besar ke dalam dirimu.
Besar sekali! Sebegitu besarnya sehingga peradaban dunia ini terukir dengan alasan yang sama: cinta. Sebegitu megahnya sampai-sampai banyak orang yang memuja dan memuji cinta. Sebegitu kuatnya energi cinta sehingga banyak orang yang tidak berhasil mengendalikannya.
Bersyukurlah atas semua, karena bisa jadi orang-orang di sekitar kita justru tidak memilikinya lagi.

Saudaraku…
Kekuatan energi cinta itulah yang harus engkau kendalikan. Tempatkan dia pada posisi dan porsi yang sesuai. Posisikan cintamu terhadap Sang Pencipta di urutan pertama. Karena sungguh tidak ada yang lebih mencintai dirimu selainNya. Selebihnya, engkau hanya perlu me-manage: menjaga agar tidak mencintai dunia dan segala kefanaan ini secara berlebihan.
Jika engkau jatuh cinta pada harta, maka pergunakanlah harta itu sesuai dengan kebutuhan –bukan keinginan—mu. Jika engkau jatuh cinta pada seseorang, maka pantaskan dirimu untuk menjadi seseorang yang berarti baginya dengan cara-cara yang baik dan benar.

Apapun itu, kita harus benar-benar menjaga agar cinta Tuhan tidak sirna. Karena ketika ia sirna, bisa jadi limpahan nikmat itu berubah menjadi luapan murka. Dan kita sungguh tidak menginginkannya, bukan?

-Salam-
Tetap Semangat Menuju Kemuliaan

0 komentar:

Post a Comment