”Saat fit dan proper test saya sebutkan jilbab adalah hak
polwan,” ujar Sutarman dalam Raker. Namun, kewajibannya para polwan harus
menggunakan jilbab yang seragam. Praktiknya, kata Sutarman, para polwan
menggunakan jilbab warnai-warni. Akibatnya, keluarlah telegram rahasia (TR)
penundaan jilbab polwan.
Hal ini, kata Sutarman, diperlukan agar pengenaan jilbab
polwan diatur lebih dulu untuk keseragaman. Diakuinya, ada sebanyak 62 model
jilbab yang dirancang pada masa Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Wakil Ketua Komisi III DPR Almuzzammil Yusuf mengatakan,
Polri harus segera mengeluarkan perkap tentang jilbab Polwan. Namun selama
ketentuan ini belum keluar para polwan tetap dibolehkan untuk menggunakan
jilbab. (dakwatuna)
0 komentar:
Post a Comment