Mengemban amanah itu berat; sejarah mencatat
Rasulullah nan mulia menggigil di gua Hira' begitu selesai dilantik menjadi
utusanNya. Tapi menggigil bukan berarti tidak siap. Risalah nan sempurna itu
disebarkannya ke seluruh jazirah dengan semangat nan gigih lagi mendarah
daging. Kelak di akhir hayatnya, bangsa yang dulunya menggembala domba dan buta
huruf itu direkam sejarah sebagai bangsa yang megah peradabannya.
Mengemban amanah itu berat; Zaid ibn Tsabit, referensi lisan Alquran itu, bahkan protes; dalam ucapannya yang masyhur, ia lebih memilih bersedia memindahkan bukit daripada harus mengumpulkan seluruh catatan wahyu. Tapi nada protes itu bukan berarti serta-merta menolak. Begitu musyawarah mengiyakan, Zaid justru patuh, bergerak cepat, dan membentuk tim lengkap dengan acuan penulisan. Awalnya keberatan. Tapi kelak keberatan itu pula yang mengizinkan kita membaca Alqur'an seperti sekarang.
Berat bukan berarti tidak bisa dipikul; hanya saja kita membutuhkan pengorbanan yang lebih besar dari biasanya untuk sanggup memikul amanah itu.
Semangat LiLlah!
0 komentar:
Post a Comment