Monday, 19 January 2015

Berani Memutuskan

Kehidupan selalu menawarkan pilihan. Hanya pemenang saja yang berani memutuskan.



Sejak kecil, kita sudah dihadapkan pada pilihan. Mungkin ada beberapa orang yang di antara kita yang pernah ditanyakan oleh orang tua, “Nak, kamu mau sekolah di TK A atau di TK B?” dan sebagainya. Waktu itu, kita memilih asal, bahkan hampir tanpa pertimbangan. Seiring waktu, semakin banyak pertimbangan yang kita pikirkan untuk memutuskan sesuatu. Akibatnya, kita sering dilanda kebimbangan. Bahasa kerennya mungkin “kegalauan”. J

Lalu, apa yang harus kita pertimbangkan agar keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik? Pertama, kita sepakati dulu bahwa semua pilihan adalah baik, hanya saja kita sedang mencari pilihan terbaik. Kedua, keputusan terbaik adalah keputusan yang memberi manfaat yang lebih besar serta kerugian yang lebih kecil. Karenanya, Anda cukup mempertimbangkan dua hal itu saja. Jika tersedia banyak pilihan, maka pilihlah yang mana yang memberikan manfaat besar bagi Anda, masa depan Anda dan lingkungan sekitar Anda. Selanjutnya, lihatlah mana yang memberikan kerugian yang paling kecil. Selanjutnya, ketika sudah menetapkan pilihan, maka Anda butuh keyakinan bahwa itu adalah yang terbaik. Sebab bagaimana mungkin Anda akan menjalani keputusan sementara hati Anda masih galau? Jadi jalani sepenuh hati! Jika di perjalanan nantinya Anda menemukan ternyata pilihan lain lebih baik sementara Anda tidak bisa kembali lagi, maka abaikan saja. Sebab berlarut-larut menyesali ketidaktepatan pilihan tidak akan memberikan perubahan untuk Anda.

Lantas jika ternyata keputusan yang kita ambil kurang tepat, apa yang harus dilakukan? Pertama, bersyukurlah sebab itu adalah pembelajaran. Anda tidak akan tahu keputusan itu salah jika Anda tidak memilihnya, bukan? Bersyukurlah sebab Tuhan telah menitipkan keberanian ke dalam jiwa Anda untuk memutuskan. Sebab ada banyak orang di luar sana yang dihadapkan pada pilihan, namun terlalu penakut untuk memutuskan hingga akhirnya ia kehilangan kesempatan. Kedua, yakini ini adalah rencana yang sudah disiapkan Tuhan untuk Anda. Percayalah, Dia sedang menyiapkan sesuatu yang lebih indah untuk masa depan Anda. Ketiga, bangkit dan lanjutkan hidup. Sebab meratapi kesalahan tidak akan pernah memperbaiki keadaan.


Selamat memutuskan pilihan, selamat berjuang!

0 komentar:

Post a Comment