Kehidupan selalu menawarkan pilihan. Hanya pemenang saja yang berani memutuskan.
Sejak kecil,
kita sudah dihadapkan pada pilihan. Mungkin ada beberapa orang yang di antara
kita yang pernah ditanyakan oleh orang tua, “Nak, kamu mau sekolah di TK A atau
di TK B?” dan sebagainya. Waktu itu, kita memilih asal, bahkan hampir tanpa
pertimbangan. Seiring waktu, semakin banyak pertimbangan yang kita pikirkan
untuk memutuskan sesuatu. Akibatnya, kita sering dilanda kebimbangan. Bahasa
kerennya mungkin “kegalauan”. J
Lalu, apa yang
harus kita pertimbangkan agar keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik? Pertama,
kita sepakati dulu bahwa semua pilihan adalah baik, hanya saja kita sedang
mencari pilihan terbaik. Kedua, keputusan terbaik adalah keputusan yang memberi
manfaat yang lebih besar serta kerugian yang lebih kecil. Karenanya, Anda cukup
mempertimbangkan dua hal itu saja. Jika tersedia banyak pilihan, maka pilihlah
yang mana yang memberikan manfaat besar bagi Anda, masa depan Anda dan
lingkungan sekitar Anda. Selanjutnya, lihatlah mana yang memberikan kerugian
yang paling kecil. Selanjutnya, ketika sudah menetapkan pilihan, maka Anda
butuh keyakinan bahwa itu adalah yang terbaik. Sebab bagaimana mungkin Anda
akan menjalani keputusan sementara hati Anda masih galau? Jadi jalani sepenuh
hati! Jika di perjalanan nantinya Anda menemukan ternyata pilihan lain lebih
baik sementara Anda tidak bisa kembali lagi, maka abaikan saja. Sebab
berlarut-larut menyesali ketidaktepatan pilihan tidak akan memberikan perubahan
untuk Anda.
Lantas jika ternyata
keputusan yang kita ambil kurang tepat, apa yang harus dilakukan? Pertama,
bersyukurlah sebab itu adalah pembelajaran. Anda tidak akan tahu keputusan itu
salah jika Anda tidak memilihnya, bukan? Bersyukurlah sebab Tuhan telah
menitipkan keberanian ke dalam jiwa Anda untuk memutuskan. Sebab ada banyak
orang di luar sana yang dihadapkan pada pilihan, namun terlalu penakut untuk
memutuskan hingga akhirnya ia kehilangan kesempatan. Kedua, yakini ini adalah
rencana yang sudah disiapkan Tuhan untuk Anda. Percayalah, Dia sedang
menyiapkan sesuatu yang lebih indah untuk masa depan Anda. Ketiga, bangkit dan
lanjutkan hidup. Sebab meratapi kesalahan tidak akan pernah memperbaiki
keadaan.
Selamat
memutuskan pilihan, selamat berjuang!

0 komentar:
Post a Comment