Optimis adalah memandang hidup ini
sebagai persembahan terbaik. Orang yang optimis selalu yakin bahwa tidak ada
yang sia-sia dalam hidup ini. Bahkan setiap inci dari kejadian yang dialaminya.
Makanya mereka tidak pernah mengeluh ketika ada kesulitan yang menimpa. Sebab mereka
yakin Tuhan tidak pernah menimpakan kesulitan yang tak berkesudahan pada
hamba-hambaNya. Sebab mereka yakin kesulitan adalah salah satu sisi mata uang bersama
kemudahan. Tuhan mengirimkannya satu paket.
![]() |
| Optimislah! |
Maka optimislah memandang hidup
ini. Seoptimis tetes air yang keluar dari mata air. Mereka tahu akan menuju
laut meski harus melalui selokan bau, kali keruh, dan sungai berbatuan. Mereka yakin
perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan ketika di samudera luas, mereka
tahu suatu saat sebagian akan dibawa ke pucuk-pucuk gunung oleh panas dan
angin. Kemudian menjadi awan dan menjelma sebagai hujan. Sebagian menyuburi
rerumputan, sebagian tertampung di sumur-sumur. Sebagiannya lagi kembali ke
lautan? Adakah tetes air yang sia-sia yang kita temui?
Maka optimislah menjalani
kehidupan. Seoptimis kunang-kunang yang ceria menjalani malam. Mereka tahu
esoknya takkan bisa lagi menatap dunia ini. Namun itu tak menjadikan mereka
bermuram durja. Sepanjang malam, mereka tetap memijarkan cahaya benderang,
gemerlap di kegelapan. Mereka tetap bahagia menunggu mentari padahal itu tak
beda dengan menunggu kematian.
Maka optimislah. Anda tidak mesti
harus tersenyum dan memasang wajah ceria sepanjang hari, sebab optimis itu
terletak di hati dan tidak selamanya terpampang di wajah. Sekali lagi,
pandanglah hidup dengan optimis, sebab ia terlalu susah untuk dilihat dengan
mengerutkan alis.
Sumber:
Buku Motivasi

0 komentar:
Post a Comment