Wednesday, 17 September 2014

Optimislah!

Optimis adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Orang yang optimis selalu yakin bahwa tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Bahkan setiap inci dari kejadian yang dialaminya. Makanya mereka tidak pernah mengeluh ketika ada kesulitan yang menimpa. Sebab mereka yakin Tuhan tidak pernah menimpakan kesulitan yang tak berkesudahan pada hamba-hambaNya. Sebab mereka yakin kesulitan adalah salah satu sisi mata uang bersama kemudahan. Tuhan mengirimkannya satu paket.

Optimislah!

Maka optimislah memandang hidup ini. Seoptimis tetes air yang keluar dari mata air. Mereka tahu akan menuju laut meski harus melalui selokan bau, kali keruh, dan sungai berbatuan. Mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan ketika di samudera luas, mereka tahu suatu saat sebagian akan dibawa ke pucuk-pucuk gunung oleh panas dan angin. Kemudian menjadi awan dan menjelma sebagai hujan. Sebagian menyuburi rerumputan, sebagian tertampung di sumur-sumur. Sebagiannya lagi kembali ke lautan? Adakah tetes air yang sia-sia yang kita temui?

Maka optimislah menjalani kehidupan. Seoptimis kunang-kunang yang ceria menjalani malam. Mereka tahu esoknya takkan bisa lagi menatap dunia ini. Namun itu tak menjadikan mereka bermuram durja. Sepanjang malam, mereka tetap memijarkan cahaya benderang, gemerlap di kegelapan. Mereka tetap bahagia menunggu mentari padahal itu tak beda dengan menunggu kematian.

Maka optimislah. Anda tidak mesti harus tersenyum dan memasang wajah ceria sepanjang hari, sebab optimis itu terletak di hati dan tidak selamanya terpampang di wajah. Sekali lagi, pandanglah hidup dengan optimis, sebab ia terlalu susah untuk dilihat dengan mengerutkan alis.


Sumber: Buku Motivasi

0 komentar:

Post a Comment