Thursday, 18 September 2014

Bahaya Sebutir Pasir

Anda pernah mendengar nama Sir Edmund Hillary? Jika Anda menjawab penakluk pertama gunung Everest, maka Anda benar. Mari kita dengar wawancaranya setelah berhasil menaklukkan titik tertinggi di dunia itu.

“Apa yang Anda takutkan ketika menjelajahi alam? Binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es yang besar, atau padang pasir yang luas?”

Hillary mengaku tidak takut dengan semua itu. Lalu apa?

“Sebutir pasir,” jawabnya yang membuat para wartawan terperangah. “Sebutir pasir yang masuk ke sela-sela jari kaki sering membuat penjelajah lengah dan mengabaikannya. Namun itu adalah awal malapetaka. Pasir itu bisa masuk ke kulit kaki atau menyelinap lewat kuku. Lalu menyebabkan infeksi hingga jari kaki membusuk. Tanpa sadar, kakipun tak bisa digerakkan lagi. Inilah awal dari malapetaka sebab seorang penjelajah harus ditandu.”

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit

Jawaban yang sederhana namun mengajak kita untuk tidak meremehkan hal-hal kecil. Ketika membaca percakapan ini, saya seperti tersadarkan bahwa betapa mendalamnya pesan yang dititipkan Hillary kepada kita semua. Sering, kita abai pada dosa-dosa kecil sehingga hanya menjauhi dosa-dosa besar saja. Padahal pepatah lama mengajarkan, “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.” Mengabaikan dosa-dosa kecil akhirnya membuat kita terbiasa melakukannya. Dalam waktu lama, dosa-dosa ini kian menumpuk menghasilkan tumpukan besar. Dalam hal lain, sering pula kita malas berbuat amalan-amalan kecil dan hanya mau mengejar amal-amal yang berpahala besar. Padahal Nabi Muhammad saw mengingatkan kita bahwa Allah swt lebih menyukai amalan yang kecil tapi kontinu daripada amalan yang lebih besar tapi tidak kontinu.

Inilah pelajaran berharga dari sebutir pasir.

0 komentar:

Post a Comment