Tuesday, 12 August 2014

Gundah

Bila senja tak lagi temaram, benderang telah punah
dan ombak kian tenang,
Maka hati adalah setumpuk sepi
dan risau yang berantakan
Menjemput gundah pulang ke sarang

Maka diarunginya malam yang tak batas
dengan isyarat jangkrik
yang berbisik pada jam dinding:
“Pelankan detakmu!
aku tak ingin nyanyianku cepat berlalu”

Maka diarunginya malam yang tak batas
dengan muram bulan
yang masih enggan di balik awan hitam

Maka diarunginya malam yang tak batas
menunggu kematian
Di tiang gantungan.


Darussalam, 16 Oktober 2012

0 komentar:

Post a Comment