Bila senja tak lagi temaram, benderang
telah punah
dan ombak kian tenang,
Maka hati adalah setumpuk sepi
dan risau yang berantakan
Menjemput gundah pulang ke sarang
Maka diarunginya malam yang tak batas
dengan isyarat jangkrik
yang berbisik pada jam dinding:
“Pelankan detakmu!
aku tak ingin nyanyianku cepat
berlalu”
Maka diarunginya malam yang tak batas
dengan muram bulan
yang masih enggan di balik awan hitam
Maka diarunginya malam yang tak batas
menunggu kematian
Di tiang gantungan.
Darussalam,
16 Oktober 2012
0 komentar:
Post a Comment